Tampilkan postingan dengan label idola.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idola.. Tampilkan semua postingan

1.5.11

ABDUL AZIZ


ABYDP !
tau ahh deskripsinyaa! hehhe! yang jelas dy motivatorku dr SMA. berawal dari guru lesku. padahal aku d ajar dy mgkn cuma 2x, ato 3x, tp aku anehnya ga pernah lupa ini orang. diracuni pake apa aku yaa? hehhee! padahal guru lain aku mala lupa nama2nya. hahaha! masih inget ma soal trigonometri dl. masalah tangen. hahaha! **biarin aku aja yg inget. hahaha!** masalah diliat jg tulisanku ma dy. dy bilang "aku BOROS dan ROMANTIS". ahhahaha! hmm banyak yg aku dapet dr emosi dy waktu ngajar. jadi aku bisa dapet 100 d UAN matematika! super dehh orang ini!! huaaaa!! coba aku jd adeknya,, ato minimal tetangganya deh,, q pasti samperin dy tiap hari buat ngajarin aku matematika. hmmm mgkn aku bs ngalahin dy.. ahhahahhahahahaahha!!! aku mau bilang makasi banyakkk! uda kasi akku banyakk! hehhee! kyanya dy bakal baca ini tulisan (feelingku sihh).. hahhahhaahahaha!!

PRIE GS

Prie GS mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Suara Merdeka Semarang. Tetapi seniman dan budayawan itulah sebutan yang kini melekat kepadanya. Ia pernah memperdalam piano dan gitar klasik. ‘’Musik bukan jalan hidup saya,’’ katanya. Hingga kini ia masih menjadi kartunis dan pernah pamaren di Tokyo Jepang atas undangan The Japan Foundation. ‘’Kartun menjadi rekreasi yang sehat untuk mental saya,’’ katanya. Di Jepang ia sempat berdiskusi satu meja dengan para komikus dan animator top negeri itu.
Menjadi pengamat itulah akhirnya keasyikan orang ini. ‘’Mengamati apa saja. Paling asyik adalah mengamati segenap kelucuan di Indonesia,’’ katanya. Pekerjaan yang kurang jelas itulah akhirnya yang memberi atribut budayawan kepadanya. ‘’Jadi kalau pekerjaan Anda tidak jelas, sebut saja sebagai budayawan,’’ tambahnya sambil tergelak.

Rata Tengah

Dengan atribut itulah, Prie GS bisa masuk ke segenap wilayah dengan gayanya sendiri. Ia bisa berceramah dengan gembira di depan anak-anak jalanan hingga tampil di hotel-hotel berbintang. Ia pernah diundang oleh FX Hadi Tjokrosusillo dan James Gwee untuk bicara di tengah sekitar pengusaha top Jakarta, diundang ke Mabes Angkatan Laut Cilangkap untuk memberi refleksi sosial di hadapan para jenderal dan para perwira Angkatan Laut. Berbagai institusi besar pernah disambanginya antara lain PT Indofood, PT Telkom, PT Coca-Cola, Indonesai Power, Bank Indonesia, PT PLN, PT Telkomsel, aneka bank, asuransi dll. Ia kini sibuk sebagai pembicara di seminar lintas tema mulai dari politik, kebudayaan, sosial hingga bisnis. ‘’Itulah kenapa saya disebut sebagai budayawan, Ngomong apa saja boleh!’’ katanya. Humor memang soal yang terpisahkan dari tokoh ini. Merenung sambil berhumor itulah yang mewarnai seluruh seminarnya.
Ia lebih suka menyebut kontribusinya itu sebagai refleksi. Refleksi Bersama Prie GS adalah talkshow-nya di SmartFM yang disiarkan di 11 kota di Indonesia setiap jumat malan pukul 119.00 WIB, sebuah talkshow yang oleh pendengarnya disebut sangat mengoda. Untuk itulah sebutan Penggoda Indonesia disematkan kepadanya. Di dalam refleksinya Prie GS bisa bicara apa saja secara mengejutkan untuk soal-soal yang sering banyak kita lupa. Karyanya, Sketsa Indonesia, menggemparkan dunia karikatur radio di Indonesia. Sebuah karya yang membuat hampir seluruh televisi di Indonesia meliriknya, tetapi hingga saat ini belum dilepasnya. ‘’Ia sangat radio. Biarlah ia cuma milik radio,’’ kata Prie GS. Kini ia menetap di kota yang amat dicintainya, Semarang.

ANIES BASWEDAN

Anies Baswedan adalah intelektual muda Indonesia yang namanya sudah mendunia dan berwawasan global. Ia tercatat sebagai penerima penghargaan dari majalah Foreign Policy sebagai satu dari 100 Intelektual Publik Dunia yang paling berpengaruh pada bulan April 2008 bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus.
Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 berasal dari keluarga intelektual yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia. Kedua orang tua Anies adalah dosen, Rasyid Baswedan, ayah Anies, pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia, sementara Aliyah Rasyid, ibu Anies, adalah guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta. Riwayat pendidikan Anies yaitu:
  1. TK Mesjid Syuhada di Kota Baru, Yogyakarta.
  2. SD Laboratori Yogyakarta.
  3. SMP Negeri 5 Yogyakarta.
  4. SMAN 2 Yogyakarta.
  5. Universitas Gadjah Mada (UGM) (1989-1995).
  6. Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park
  7. Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois